Sukowiyono.desa.id — Pemerintah Desa Sukowiyono melaksanakan kegiatan Rembug Stunting sebagai upaya memperkuat komitmen dan sinergi berbagai pihak dalam pencegahan serta penanganan stunting di tingkat desa (27/8/26). Kegiatan ini sekaligus menjadi forum untuk mengidentifikasi permasalahan dan menyusun usulan program yang akan menjadi bahan dalam perencanaan pembangunan desa tahun 2027.
Rembug Stunting diikuti oleh berbagai unsur terkait, di antaranya perangkat desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Posyandu, bidan desa, pendamping desa, Ketua BPD, perwakilan keluarga sasaran, TP PKK, serta guru PAUD.
Dalam kegiatan tersebut, Bidan Desa Sukowiyono, Galuh Wigati, menyampaikan materi mengenai pemahaman stunting, mulai dari pengertian, faktor penyebab, dampak, hingga pentingnya upaya pencegahan dan penanganan sejak dini. Peserta juga diberikan gambaran mengenai kondisi balita stunting di Desa Sukowiyono. Berdasarkan data per Juni 2026, tercatat sebanyak 17 balita stunting di Desa Sukowiyono. Data tersebut menjadi salah satu bahan penting untuk menentukan langkah intervensi dan penanganan yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat.
Selain sebagai forum pembahasan permasalahan, kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting di desa. KPM memiliki peran dalam membantu mengidentifikasi sasaran, melakukan pemantauan terhadap layanan yang diterima kelompok sasaran, serta mendorong koordinasi antar pihak agar intervensi pencegahan stunting dapat berjalan secara terpadu dan tepat sasaran.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan penyampaian berbagai usulan dari peserta. Berbagai masukan disampaikan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi dan kebutuhan keluarga sasaran, termasuk upaya peningkatan layanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta penguatan edukasi bagi keluarga. Hasil diskusi dan berbagai usulan tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai salah satu dasar dalam penyusunan RKP Desa Tahun 2027, khususnya dalam menentukan program dan kegiatan serta kebutuhan anggaran yang mendukung pencegahan dan penanganan stunting di Desa Sukowiyono.
Melalui pelaksanaan Rembug Stunting, Pemerintah Desa Sukowiyono berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah desa, KPM, kader, tenaga kesehatan, keluarga sasaran, lembaga desa, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi tersebut, upaya pencegahan dan penanganan stunting diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan demi mendukung tumbuh kembang anak serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Desa Sukowiyono.